Terrafugia telah berhasil membuat satu prototipe kendaraan operasional yang sanggup mengudara sejauh 724 Km. Dan ketika dijalan darat mobil mampu dipacu hingga 185 km/jam. Akhirnya telah berhasil diciptakan mobil terbang di tahun terbaru 2011 ini.
Transition Roadable Aircraft dilengkapi sayap yang dapat melipat secara otomatis dalam waktu 30 detik, mirip dengan waktu yang dibutuhkan untuk membuka dan menutup atap mobil convertible.
Ketika sayap ini ditekuk, maka mobil akan berjalan normal layaknya kendaraan roda empat lain dan tetap muat jika diparkir di sebuah garasi mobil normal.
“Semua itu guna menjadikan kendaraan tersebut cukup fleksibel untuk terbang ke berbagai tempat,” tutur Terrafugia.
Bila tertarik, ia mengatakan mobil terbang ini dapat dipesan sekarang dengan membayar uang muka sebesar 10.000 USD (sekira Rp94 juta). Namun belum disebutkan berapa harga pasti mobil terbang ini. (uky)
Banyak yg bertanya kapan mobil ini masuk indonesia.., kalaupun masuk.., artinya para polantas jg harus siap untuk bagian udara.., tp kalau bagian polantas g mampu beli.., semriwing aja dh.., balapan di udara.
Berikut ini beberapa foto mobil terbang yang sangat canggih.
Minggu, 02 Oktober 2011
Konsep Mobil Masa depan di Tokyo Motor Show 2007
Dalam rangka pameran Tokyo Motor Show 2007 yang akan berlangsung mulai tanggal 26 Oktober – 11 November 2007 di Tokyo, beberapa produsen mobil telah memamerkan konsep mobil masa depan mereka, berikut ini adalah beberapa konsep atau gambar disain yang ada.
Mobil yang memadukan konsep alam dan ramah lingkungan. Mobil ini juga dilengkapi dengan teknlogi "Mood Training" yang terletak di setir yang akan memonitor psikologi si pengendara.
Toyota Hi-CT

Mitsubishi i MEV Sport
Toyota RIN |
Toyota Hi-CT

Mobil yang dikhususkan bagi yang berjiwa muda dengan mesin hybrid dan bagian belakang mobil mempunyai tempat yang cukup luas untuk ditaruh sepeda atau papan seluncur (surfboards). Bahkan dapat dilepas sebagai bagasi tambahan.
Mazda Taiki
Mobil sport dengan konsep "flow" dimana konsep ini lebih menekankan untuk mengikuti aliran udara (the flow of air).
Honda PUYO
Mobil tanpa sudut dengan disain yang sangat eco-friendly (ramah terhadap lingkungan) yang menjanjikan kenyamanan bagi orang yang mengendarainya.Nissan Pivo 2
Konsep dengan menggunakan mesin penggerak roda secara individu sehingga setiap roda dapat berputar 90 derajat yang akan memudahkan kendaraan ini untuk bergerak ke semua arah yang biasanya sulit untuk dilakukan oleh kendaraan yang ada saat ini.
Selain itu, pada dashboard yang ada dipasang sistim yang diberi nama NEC Papero yang dapat membaca ekspresi wajah untuk mengetahui kondisi si pengemudi.
Mobil dengan tenaga baterai lithium dan juga tenaga matahari sebagai tenaga tambahan |
Mobil Masa Depan Peugeot Metromoph
Satu lagi desain kendaraan masa depan dari pabrikan Peugeot, Perancis. Berangkat dari kebutuhan kendaraan ramah energi dan makin terbatasnya lahan parkir kota besar di masa depan maka diciptakanlah konsep mobil unik ini. Kalau Anda pernah lihat film Minority Report-nya Tom Cruise, mungkin Anda tidak akan asing lagi.
Didesain oleh Roman Mistiuk, konsep Peugeot Metromorph mirip seperti karakter-karakter di film Minority Report-nya Tom Cruise. Konsep ini juga mengambil ide dari karakter Transformers
Kendaraan masa depan ini bisa dioperasikan dalam dua mode: pertama sebagai mobil listrik bertenaga baterai sekaligus sebagai balkon!
Mobil ini bisa merayap dan memanjat di dinding bangunan dan parkir tepat di depan jendela apartemen Anda. Hal ini merupakan solusi atas makin terbatasnya lahan parkir di masa depan seiring dengan makin crowded-nya kota besar
Kendaraan ini untuk dua orang dan joknya bisa berotasi pada suatu sumbu yang menjaga pengendaranya vertikal mengikuti orientasinya.
Dua motor listrik in-wheels pada roda-roda depannya mengarahkan kendaraan ini. Dua pintu besar akan terbuka di bagian atasnya untuk keluar masuk. Seperti inikah gadget transportasi di masa depan? Waktu (dan film) yang akan membuktikannya...
Didesain oleh Roman Mistiuk, konsep Peugeot Metromorph mirip seperti karakter-karakter di film Minority Report-nya Tom Cruise. Konsep ini juga mengambil ide dari karakter Transformers
Kendaraan masa depan ini bisa dioperasikan dalam dua mode: pertama sebagai mobil listrik bertenaga baterai sekaligus sebagai balkon!
Mobil ini bisa merayap dan memanjat di dinding bangunan dan parkir tepat di depan jendela apartemen Anda. Hal ini merupakan solusi atas makin terbatasnya lahan parkir di masa depan seiring dengan makin crowded-nya kota besar
Kendaraan ini untuk dua orang dan joknya bisa berotasi pada suatu sumbu yang menjaga pengendaranya vertikal mengikuti orientasinya.
Dua motor listrik in-wheels pada roda-roda depannya mengarahkan kendaraan ini. Dua pintu besar akan terbuka di bagian atasnya untuk keluar masuk. Seperti inikah gadget transportasi di masa depan? Waktu (dan film) yang akan membuktikannya...
Sabtu, 01 Oktober 2011
SUZUKI GRAND VITARA 2007 22 INCI MAMPU 170 KM/JAM
Gonta-ganti velg buat Sukatma sudah seperti makan empat sehat lima sempurna. Wajib, tapi sering berganti menu. Baginya dimensi gambot tak masalah, yang penting asyik dilihat. Saya paling suka dengan selebriti modifikasi kayak gini. Dan ketika Grand Vitara datang ke garasinya, obsesi ganti velg dengan ukuran gambot kembali menjangkiti. Velg Pinnacle 22x9,5 inci dipinangnya. Malah, “Kalau bisa pakai 24 inci, saya mau saja!” Pilihan pada diameter ini mentok karena sudah paling optimal. Secara spesifikasi velg ini bisa berputar aman tanpa ada perombakan dalam spakbor. Jadi tetap aman secara kendali. Artinya baik PCD, offset dan ukuran lainnya tak terkendala ketika dimasukkan ke ruang fender. Sedangkan warna krom itu memang ngejreng abis. “Dilihat dari jauh, sudah kelihatan”. Ban turut memengaruhi jarak lingkar roda ke fender. Profil tipis pada Toyo Proxes4 255/35ZR22 bikin jarak ke fender tak masalah. Sukatma jadi pede ngebut deh. Karena, “Ban tipis kalau pecah dibuat ngebut enggak bakal bikin mobil ngebuang. Saya bisa lari sampai 170 km/jam,” yakin Sukatma. Maksudnya, lantaran bannya tipis, jadi tak ada perbedaan signifikan dengan ukuran terluar lingkar luar ban aslinya. Berdasarkan pengalamannya, “Saya pernah bawa BMW pakai ban tebal pecah malah mobil ngebuang.” Akibat aplikasi velg gambot, penyesuaian suspensi otomatis dijabani. Sokbreker Kayaba dipadu per Mercy dipakai di Vitara ini. Khusus untuk per Mercy, Sukatma merasa sangat puas dengan bantingannya yang tak terlalu keras. “Sebelumnya sempat beberapa kali ganti per, namun masih keras,” bilang Sukatma yang menghabiskan dana buat per dan sokbreker Rp 5 juta.
Sumber: Gallery Modifikasi Mobil - IndoForum http://www.indoforum.org/t47885/#ixzz1ZXx1GgPR
Sumber: Gallery Modifikasi Mobil - IndoForum http://www.indoforum.org/t47885/#ixzz1ZXx1GgPR
BMW Suicidal 305i ,
"The Hottest Ekstrim Elegan Ala Dub City"
Sumber: Gallery Modifikasi Mobil - IndoForum http://www.indoforum.org/t47885/#ixzz1ZXuwufk1
Hak Cipta: www.indoforum.org
"Awalnya sih pengen ke konsep VIP mas, tapi pas proses pembuatan jadi seperti ini, ya akhirnya kita lebih arahkan ke ekstrim elegan," tukas Isal Khadafi, sang pemilik yang mobilnya nangkring bersama dua mobil lain di setting display unik ala Dub City pada tim autoblackthrough. Hadir dalam gelarannya di Autoblackthrough 2008 Jogja (31/5-1/6), sang mobil "BMW Suicidal Ekstrem Elegan" ini memang dipersiapkan secara perdana oleh sang pemilik untuk mengikuti ajang bergengsi di kota Pelajar Jogja.
Mengusung keliran Spies Hecker Super White untuk full custom body kit yang diserahkannya pada Zenith Motor, beberapa bodywork yang digawangi pada sang mobil Bavarian memang diarahkan kepada kerapihan yang tidak terlalu banyak mengandung lekukan, khususnya di kelebaran body. Didukung pelek Work Rezax II 20", 9.5X10.5 terbungkus ban Toyo Proxes di depan dan Yokohama belakang, desain interior eksklusif (ala Maple) yang meneruskan nada sama dengan body luar memang terbilang mumpuni dalam upaya menterjemahkan konsep VIP-
"The Hottest Ekstrim Elegan Ala Dub City"
Sumber: Gallery Modifikasi Mobil - IndoForum http://www.indoforum.org/t47885/#ixzz1ZXuwufk1
Hak Cipta: www.indoforum.org
"Awalnya sih pengen ke konsep VIP mas, tapi pas proses pembuatan jadi seperti ini, ya akhirnya kita lebih arahkan ke ekstrim elegan," tukas Isal Khadafi, sang pemilik yang mobilnya nangkring bersama dua mobil lain di setting display unik ala Dub City pada tim autoblackthrough. Hadir dalam gelarannya di Autoblackthrough 2008 Jogja (31/5-1/6), sang mobil "BMW Suicidal Ekstrem Elegan" ini memang dipersiapkan secara perdana oleh sang pemilik untuk mengikuti ajang bergengsi di kota Pelajar Jogja.Mengusung keliran Spies Hecker Super White untuk full custom body kit yang diserahkannya pada Zenith Motor, beberapa bodywork yang digawangi pada sang mobil Bavarian memang diarahkan kepada kerapihan yang tidak terlalu banyak mengandung lekukan, khususnya di kelebaran body. Didukung pelek Work Rezax II 20", 9.5X10.5 terbungkus ban Toyo Proxes di depan dan Yokohama belakang, desain interior eksklusif (ala Maple) yang meneruskan nada sama dengan body luar memang terbilang mumpuni dalam upaya menterjemahkan konsep VIP-
New Car2Go to launching electric Daimler's car2go car sharing service kicked off in Ulm, Germany in October 2008 before expanding to Austin, Texas in 2010. Earlier this month, Hamburg, Germany, became the first city with more than a million inhabitants to see the introduction of the car2go service, but the second won't be far behind with a launch set for Amsterdam before the end of the year.Unlike Zipcar, Car2Go’s model is looking to be much simpler. Whereas Zipcar requires members to pick up and return cars from the same location, make reservations and pay by the hour, Car2Go members can rent vehicles by the minute without reservations and drop off the vehicles at designated points throughout the city.
The launch of an all electric vehicle fleet marks a new era in carsharing in North America,” said Nicholas Cole, President and CEO of car2go N. A. LLC. “San Diego is a forward-thinking city determined to meet future transportation demands of its residents. Our goal is to complement the existing transportation infrastructure by providing an emission-free carsharing service for short and spontaneous one-way trips.
ECOtality is currently installing approximately 1,000 publicly available Blink charging stations throughout the San Diego region as part of The EV Project. Data collected by the charging stations will be analyzed to better understand how EV drivers charge their car, and help to guide future rollouts of commercial charging stations.
Langganan:
Postingan (Atom)


















